Home » , » Interaction Models (Model Interaksi) dan Failure Models (Model Kesalahan) dalam Sistem Terdistribusi

Interaction Models (Model Interaksi) dan Failure Models (Model Kesalahan) dalam Sistem Terdistribusi

Written By Warin Ahmad on Sunday, March 22, 2015 | 8:06 PM

Interaction Models (Model Interaksi)
dibagi menjadi dua bagian :
  • Synchronous distributed system
  • Asynchronous distributed system
Synchronous Distributed System
  • Batas atas dan batas bawah waktu pengeksekusian dapat diset.
  • Pesan yang dikirim, diterima dalam waktu yang sudah di tentukan
  • Fluktuasi ukuran antara waktu lokal berada dalam suatu batasan.
Beberapa hal yang penting untuk diperhatikan synchronous distributed sistem :
  • terdapat satu waktu global
  • dapat memprediksi perilaku (waktu)
  • dimungkinkan dan aman untuk menggunakan mekanisme timeout dalam mendekteksi error atau kegagalan dalam proses atau komunikasi
Asynchronous Distributed System
Banyak sistem terdistribusi yang menggunakan model interaksi ini (termasuk Internet)
  • Tidak ada batasan dalam waktu pengkeksekusian.
  • Tidak ada batasan dalam delay transmission (penundaan pengiriman)
  • Tidak ada batasan terhadap fluktuasi waktu lokal.
Asynchronous system secara parktek lebih banyak digunakan.

Failure Models (Model Kesalahan)
Kegagalan apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana efek yang ditimbulkan ?
  • Omission Faluires
  • Arbitary Failures
  • Timing Failures
Kegagalan dapat terjadi pada proses atau kanal komunikasi.
Penyebabnya bisa berasal dari hardware ataupun software.
Model Kegagalan (Failure Models) dibutuhkan dalam membangun suatu sistem dengan prediksi terhadap kagagalan yang mungkin terjadi.

Ommision Failures :
ketika prosesor dan kanal komunikasi mengalami kegagalan untuk melakukan hal yang seharusnya dilakukan.

Dikatakan tidak mempunyai ommision failures apabila :
  • Terjadi keterlambatan (delayed) tetapi akhirnya tetap tereksekusi.
  • Sebuah aksi dieksekusi walaupun terdapat kesalahan pada hasil.
Dengan synchronous system, ommision failures dapat dideteksi dengan timeouts.

Arbitary Failures
  • kegagalan yang paling buruk dalam sistem.
  • Tahapan proses atau komunikasi diabaikan atau yang tidak diharapkan terjadi dieksekusi  hasil yang diharapkan tidak terjadi atau megeluarkan hasil yang salah.
Timing Failures
  • dapat terjadi pada synchronous system, dimana batas waktu diatur untuk eksekusi proses, komunikasi dan fluktuasi waktu.
  • Timing Failures terjadi apabila waktu yang telah ditentukan terlampaui.

0 comments:

Post a Comment